OKEZONE.COM
Sejarah berdirinya situs web okezone.com berawal dari analisis yang dilakukan oleh PT. The Nielsen Company Indonesia yang bergerak di bidang informasi global serta media, dan berfokus pada penelitian riset media. Hasil riset yang dilakukan Nielsen menyatakan bahwa terjadi perkembangan yang sangat pesat terhadap penggunaan internet di Indonesia. Sekitar lima tahun yang lalu, perusahaan tersebut mengatakan bahwa internet akan menjadi teknologi yang digandrungi karena pada saat itu smartphone mulai menjamur dikalangan masyarakat. Pertengahan tahun 2012, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 40 juta orang menurut Hermawan Kertajaya, pakar marketing research.
Berdasarkan
hasil analisis mengenai perkembangan internet di Indonesia, Hary Tanoesoedibjo
melihat peluang yang besar untuk memulai suatu bisnis baru yaitu, situs web
media online yang berbasis berita tetapi tetap ada hiburannya.
Okezone.com didirikan pada 29 Desember 2006, dan
dimiliki oleh PT. Media Nusantara Citra (MNC). Tercatat pada 28 Oktober 2008, okezone.com menempati peringkat ke-28
dari 100 situs web terpopuler di Indonesia menurut Alexa.com. Kemudian pada
pertengahan tahun 2012, tercatat bahwa Okezone adalah perusahan terbesar
se-Asia yang bergerak dibidang situs web online.
Hingga saat
ini, Okezone tetap dimiliki secara penuh oleh MNC group dan baru saja melakukan
merge dengan PT. Linktone salah satu jagoan mobile
di Cina yang sekarang ini dibawa ke Indonesia dan berubah nama menjadi PT.
Linktone Indonesia. Dengan adanya merger ini, okezone.com menjadi produk utama dari PT. Linktone Indonesia.
MOTTO MEDIA
Berdasarkan motto
tersebut berarti bahwa okezone.com tidak
hanya terkonsentrasi pada hardnews, tetapi juga pada entertainment seperti
kanal kampus yang hanya dimiliki oleh okezone.com.
Mereka menyadari bahwa tidak semua orang tertarik dan membutuhkan hardnews. Sebagian besar orang juga
membutuhkan hiburan.
ORGANISASI
& KETERKAITAN DENGAN MEDIA LAIN
Jajaran Direksi
Chief Executive Officer : David Fernando Audi
Chief Marketing Officer : Ronny W. Sugiadha
Chief Operating Office : Bagus Binatoro
Chief Editor : M. Budi Santosa
Sales - Marketing Div. Head :
I Gusti Ayu Laksmi
Information Technology Div. Head : Yudhi Haryadi
Pemimpin
Redaksi :
M
Budi Santosa
Dewan Redaksi :
Sururi
Alfaruq, David F Audy
Redaktur Pelaksana :
Ahmad
Dhani, Syukri Rahmatullah, Fetra Malona Hariandja, Rani Hardjanti
Redaktur :
Tuty
Okctaviany, Fitra Iskandar, Ade Hapsari Lestarini, Chaerunnisa, Amril Amarullah
Koordinator Liputan :
Tb
Ardi Januar, Muhammad Saifullah (Nasional); Kemas Irawan Nurrachman, Anton
Suhartono (Daerah)
Asisten Redaktur :
Dede
Suryana, Azwar Ferdian, Lamtiur Kristin Natalia Malau, Fitri Yulianti,
Carolina Christina,Widi Agustian, Hendra Mujirahardja, Stefanus Yugho Hindarto,
Rifa Nadia Nurfuadah, Fajar Nugraha, Rizka Diputra, Mega Laraswati, Achmad
Firdaus, Martin Bagya Kertiyasa, Dwi Indah Nurcahyani, Risna Nur Rahayu, Tomi
Tresnady, Elang Riki Yanuar, Ina Naulanifa.
Reporter :
Johan
Sompotan, Fahmi Firdaus, Yudha Wirakusuma, Tomi Tresnady, Elang Riki
Yanuar, Yuni Astutik, Misbahol Munir, Tri Kurniawan, Maria Cicilia Galuh,
Susi Fatimah, Bagus Santosa, A Firdaus, Aulia Akbar, Awaludin,
Catur Nugroho Saputra, Fiddy Anggriawan, Gina Nur Maftuhah, Margaret
Puspitarini, Randy Wirayudha, Septian Pamungkas, Angkasa Yudistira,
Yunisa Herawati, Isnaini, Mustholih, Risna Nur Rahayu, Dina Kusumaningrum,
Tegar Arief Fadly, Rintani, M Indra Nugraha, Auzan Suteja Zulfikar, Windy
Wicaksono, Aditya Putra Perdana, Gesit Prayogi, Ahmad Luthfi, Andina Librianty,
Yoga Hastyadi Widiartanto, Aditya Maulana, Dwi Retnowati, Khairisa
Ferida, Nur Januarita Benu, Iwan Supriatna, Pebrianto Eko Wicaksono, Fakhri
Rezy, Rizkie Fauzian, Rivan Awal Lingga, Mutya Hanifah, Rama Narada
Putra, Egie Gusman, Edi Hidayat, Krismas Wahyu Utami, Gita Ramadian, Ainun Vika
Muftiarini, Niken Anggun Nurani, Adhia Azka.
Fotografer :
Heru
Haryono, Runi Sari B, Dede Kurniawan
Video Editor & Uploader :
Arfiansyah,
Feri Usmawan, Rizky Saputra S, Reza Mahardika, Heru Nazar, Gelar Agryano
Soemantri, Dian Putra Aditya.
Mobile Newspaper :
Hanna
Meinita (Koordinator), Andyta Fajarini, Restika Ayu Prasasti, Hutami
Windiarti
Dalam hal keterkaitan dengan media lain, okezone.com
tidak ada hubungan kerjasama dengan media online lain yang sesama portal berita di luar MNC group,
mereka hanya kompetitor saja. Kerjasama dilakukan dengan media online yang
bukan sesama portal berita, seperti kaskus,
seribu.com, gantibaju.com, dll. Kerjasama dengan kaskus dalam bentuk cross-promo. okezone.com
memasok berita apabila kaskus membutuhkan
sedangkan kaskus mempromosikan okezone.com
agar lebih dikenal orang. Selain itu juga mengadakan kerjasama offline dengan kaskus seperti support untuk
event-event.
Untuk kerjasama dengan sesama MNC group dilakukan dalam
bentuk membuat produk, seperti Online Audition pada acara Indonesian Idol,
website Miss Indonesia, SINDOnews website, website Up Coming, digital TV dan
beberapa produk lainnya yang berbasis website.
KEBIJAKAN
REDAKSIONAL
1. Kriteria layak berita
Berita yang ditulis tidak berlebihan, selalu berpatokan
dengan etika jurnalistik. Semua reporter yang ada dididik menjadi seorang
jurnalis (diberikan kursus jurnalistik). Berita yang ditulis harus penting
karena berita yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat itu,
jadi sifatnya running news dan realtime.
Dalam menulis berita, semua reporter okezone.com berpegang (berpatokan) pada cyberjournalism.net, baik
dari tata bahasa, ide, susunan kata dan susunan berita. Selain itu, reporter
juga harus memperkirakan bagaimana penilaian orang terhadap berita yang
ditulisnya. Para reporter okezone.com
dituntut untuk cermat dalam memilih berita, semakin bagus berita tersebut, jumlah
viewer-nya semakin meningkat dan menjadi kebanggaan bagi reporter itu sendiri.
2. Perencanaan
Setiap reporter mempunyai masing-masing pos untuk mencari
sebuah berita. Namun itu semua tergantung reporter tersebut diposisikan untuk
meliput berita apa, seperti (berita hardnews) reporter akan ditempatkan di Polsek,
Polres atau di RSCM.
Terkait
dengan pemberitaan yang realtime dan running news, maka reporter harus memberitakan sebuah
peristiwa dengan cepat juga. Dalam sebuah peristiwa di TKP, reporter langsung
menulis berita -> dikirim ke Asisten Redaktur -> diedit kembali oleh
redaktur -> berita masuk okezone.com.
3. Penugasan
Dalam penugasan, okezone.com menentukan jumlah reporter
yang akan terjun ke lapangan berdasarkan bobot beritanya. Semakin besar impact
yang diberikan oleh sebuah peristiwa, semakin banyak reporter yang dikirim ke
TKP, karena penulisan berita harus dilakukan dari beberapa angle. Penentuan angle
bisa dilakukan di awal (sebelum terjun ke lapangan), namun bisa juga ditentukan
setelah tiba di TKP. Terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam waktu
penentuan angle :
·
Keadaan
alam
·
Jarak
·
Kemampuan
dalam mencari angle berita
·
Kecepatan
dalam mencari berita
Jenis
Rubrik dalam situs berita Okezone :
v
News
v
International
v
Economy
v
Lifestyle
v
Celebrity
v
Music
v
Sport
v
Techno
v
Autos
v
Kampus
v
Travel
v
Food
v
Health
Berdasarkan data
yang data, jenis rubrik unggulan di Okezone adalah bola, karena 51 persen dari pembaca
Okezone adalah laki-laki dan 49 persen sisanya adalah pembaca perempuan. Perbandingannya
hampir karena rubrik Okezone yang beraneka ragam.
Fasilitas yang disediakan oleh Okezone
untuk mendukung sebuah berita :
v
Video
v
Foto
v
Okezone.tv
v
Gambar
TEKNIS
UPLOAD CONTENT
Keuntungan dari munculnya jurnalisme online adalah berita yang dapat terus menerus diperbarui tanpa terkendala dengan waktu terbit seperti yang terjadi pada surat kabar. Seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang, penerbitan berita menjadi lebih mudah dengan adanya berbagai teknologi seperti telepon genggam pintar yang memuat fitur penulisan dokumen. Dengan kemampuan smartphone inilah, para wartawan media online dapat dengan segera menyampaikan berita yang tengah diliputnya bahkan sebelum peliputan itu selesai.
Mekanisme yang sama juga digunakan okezone.com dalam mengunggah beritanya agar informasi dapat
langsung diteruskan kepada para pembacanya. Rata-rata, hampir setiap orang bisa
memiliki jenis hanphone pintar apapun
yang memiliki fitur penulisan dokumen, begitu juga dengan reporter okezone.com. kebanyakan dari mereka
telah memiliki bekal smartphone yang
bisa mereka gunakan untuk mengirim berita. Ketika mereka mengadakan peliputan
suatu berita, ketika selesai bahkan saat peliputan tengah berlangsung mereka
langsung bisa mengetik berita yang ingin disampaikan melalui smartphonenya. Terkadang para reporter
juga melakukan teknik melepon langsung ke asisten redaktur untuk melaporkan
kejadian yang sedang berlangsung dan asisten redaktur yang melakukan
pengetikan.
Berita yang telah diketik tidak serta merta langsung di upload ke dalam portal berita milik okezone.com. Para reporter yang telah
mengetik bukan mengirimnya ke portal berita, melainkan ke asisten redaktur
terlebih dahulu. Ketika berita sampai ke asisten redaktur, berita yang dikirim
tersebut kemudian mengalami penyuntingan oleh asisten redaktur. Penyuntingan
yang dilakukan biasanya terkait dengan struktur bahasa. Setelah penyuntingan
bahasa selesai, berita masih belum bisa dimuat di halaman okezone.com. Berita tersebut harus melalui satu tahap lagi yaitu,
menuju ke meja redaktur. Redakturlah yang nantinya akan menentukan apakah
berita tersebut bisa langsung naik atau masih harus mengalami perbaikan.
Setelah berita tersebut disetujui oleh redaktur, baik dari segi tata bahasa
maupun segi kelayakan berita, barulah
berita tersebut dimuat dalam halaman okezone.com.
MEKANISME
COMPLAIN HANDLING SYSTEM
Setiap media memiliki cara dalam menanggapi komplain yang dialamatkan kepada mereka. Dalam media cetak, biasanya terdapat surat pembaca (atau bahkan rubrik opini) yang biasanya menjadi wadah para pembacanya untuk menyampaikan keluhan maupun aspirasinya. Di okezone.com juga terdapat kanal atau rubrik yang dapat digunakan untuk menampung aspirasi dari pembacanya, rubrik tersebut bernama myzone.okezone.com. Dalam myzone.okezone.com, pembacanya dapat turut serta dalam pemberitaan. Tempat ini selain ditujukan sebagai tempat pembaca menyampaikan aspirasi, juga bisa dijadikan sebagai wadah untuk citizen journalism. Sehingga segala suara yang berasal dari luar redaksi, berada dalam satu platform yaitu myzone.okezone.com kemudian dipertimbangkan oleh bagian redaksi.
Media online kerap kali melakukan kesalahan dalam penulisan, sehingga tak jarang mereka
juga menerima komplain dari pembaca atau bahkan redaksi. Komplain dari pembaca
biasanya nampak dari kolom komentar yang turut disertakan. Jika hal tersebut
terjadi biasanya orang dalam lingkup okezone.com langsung menghubungi bagian yang
bersangkutan langsung (asisten redaktur) mengenai kesalahan yang terjadi. Hal
tersebut biasanya ditangani dengan meralat atau merelease ulang berita tersebut (dengan menariknya terlebih dahulu).
Jika hanya terkait kesalahan satu huruf, hal tersebut tidak menjadi masalah
(tapi tetap diralat), namun jika isi berita terdapat kekeliruan, biasanya
berita dirilis ulang dan mengganti bagian yang salah dan menyertakan keterangan
mengenai pemberitaan sebelumnya yang pernah dilakukan okezone.com dalam berita tersebut, sehingga pembacapun mengetahui
bahwa berita tersebut merupakan ralat dari berita sebelumnya.
PENGELOMPOKAN & PANGSA PEMBACA
Segmentasi pembaca
okezone.com bila dilihat dari jenis kelamin adalah
51persen laki-laki dan 49 persen perempuan. Persentase ini dilihat karena
okezone.com mempunyai 28 kanal dengan rubrik yang unggulan seperti rubrik Bola
(digemari oleh lelaki), rubrik Lifestyle
(digemari oleh perempuan), rubrik Celebrity
yang kembali digemari oleh perempuan dan rubrik News yang mayoritas digemari oleh lelaki. Tanpa disadari, okezone.com mempunyai segmentasi yang
seimbang bila dilihat dari jenis kelamin.
Kemudian
dilihat dari penghasilan per bulan, maka okezone.com
melihat pengelompokkan yang dilakukan oleh Nielsen yang disebut dengan SES
(Social Economic Status). SES dibuat dengan menghitung pengeluaran seseorang
dalam satu bulan. Berikut pengelompokkan SES oleh Nielsen :
(dalam satu bulan)
|
|
Kelompok D
|
kurang satu juta
rupiah
|
Kelompok C
|
lebih dari satu juta
rupiah
|
Kelompok B
|
lebih dari dua juta
rupiah
|
Kelompok A
|
lebih dari tiga juta
rupiah
|
Tidak hanya
melalui pengelompokkan Nielsen, pangsa pembaca dapat kita ketahui melalui Google Analytics. Google Analytics memberikan informasi mengenai kelas
sosial-ekonomi para pembaca okezone.com
secara fair, karena Google Analytics menyediakan informasi
mengenai tipe berbagai gadget, computer maupun smartphone yang digunakan untuk
mengakses berbagai website.
Untuk
pekerjaan biasanya, okezone.com
melakukan survei secara tradisional seperti survey
by phone. Survei ini dilakukan untuk melihat pangsa pembaca dari kanal atau
rubrik yang ada di dalam okezone.com
itu sendiri.
DUKUNGAN
IKLAN
Dukungan iklan okezone.com didapat pertama kali dari perusahaan-perusahaan yang “melek” digital seperti Microsoft dan Blackberry. Namun seiring berjalannya waktu, banyak jenis perusahaan-perusahaan yang memakai digital untuk memasangkan iklannya. Contohnya perusahaan cat, perusahaan air minum, perusahaan kecantikan, dan lain sebagainya.
Banyak aspek
atau sumber yang didapat oleh okezone.com. Sumber dari pemasok langsung dan agency iklan menjadi yang banyak
didapatkan oleh okezone.com.
Untuk kedua aspek ini banyak membantu okezone.com.
Dukungan
iklan mayoritas masih dimiliki oleh industri atau perusahan digital. Seperti diungkapkan Bardan
Almahdali, seorang Head Marketing okezone.com, 90 persen pemasukan okezone.com berasal dari iklan dan
sisanya didapatkan dari membuat website seperti website Miss Indonesia, website
Indonesian Idol, dan lain-lain. Pak Bardan menjelaskan bahwa pemasukan okezone.com terakhir mencapai 25 miliar dalam satu tahun.
Kelompok bersama Okezone.com Marketing & HRD Staff

Azekkk, Luar biasaaaa...... haha
BalasHapuswaw
BalasHapus