Kamis, 29 November 2012

Tugas Feature

Merokok Bukan Berarti Terlibat 

Pergaulan Buruk Kok! 


Kedewasaan seseorang bukan hanya diukur dari usia, tetapi juga dari setiap perilaku dan tindakannya. Namun, ketika sudah memasuki dunia perkuliahan, seseorang tidak bisa lagi dikatakan anak-anak atau pun remaja. Seorang mahasiswa sudah lazim dikatakan bahwa ia telah dewasa. Dengan kedewasaan tersebut, seseorang dianggap telah bisa mengatur dirinya sendiri, apa yang baik dan tidak baik bagi dirinya juga termasuk menempatkan diri dalam pergaulannya.

Berbeda dengan ketika masih bersekolah, segala hal dibatasi dan diatur entah oleh sekolah maupun orang tua, juga dalam memilih teman. Ketika kuliah, semua hal serba bebas. Tidak ada lagi yang mengatur. Setiap individu harus bisa mengatur dirinya sendiri. Di sinilah seorang mahasiswa harus memperlihatkan kedewasaannya terutama dalam pergaulan di kampus.

Bagi mahasiswa, rokok bukan hal yang aneh lagi. Bahkan beberapa mahasiswa kerap bersentuhan dengan benda itu. Perempuan maupun laki-laki seakan tidak mau tahu dengan bahaya yang diakibatkan olehnya ataupun dengan stereotip buruk bagi para perempuan yang merokok.

“Kalo perempuan merokok ya emang pasti jelek di mata orang, tapi semua itu kembali ke orangnya masing-masing kok,” ujar Anas, seorang mahasiswi yang menjadi perokok aktif sejak dirinya duduk di kelas 1 SMP. Menurutnya, merokok juga bukan berarti seseorang terlibat dalam pergaulan yang salah.


“Kita memang teman Anas sejak masuk kuliah, tapi Anas ga pernah ajak kita untuk merokok juga dan sejauh ini pertemanan kita normal-normal aja seperti pergaulan pada umumnya, ga ada yang buruk,” ujar Berliana, seorang sahabat Anas.

Perempuan yang menyukai olahraga basket ini mengatakan bahwa rokok memang membahayakan kesehatan, tetapi seorang perokok bukan berarti seorang yang buruk dan semua itu kembali ke pribadinya masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar